Cinta yang Tak Pernah Mati

Cinta yang Tak Pernah Mati
Oleh : Cinta Rakhmati

Maha Suci Allah...
Alhamdulillaah beberapa hari ini Allah mengizinkan diriku menikmati perjalanan di bumi cinta-Nya. Gunung Patuha Bandung Selatan (20 Desember 2010), Batu Raden Purwokerto, Berbagi cinta di Banyumas dan Gunung Galunggung Tasikmalaya(24-26 Desember 2010). Aku menikmati rihlahku (adventures). Salah satu yang aku ingat adalah aku menikmati HUTAN, aku menangis jika teringat betapa banyak cinta-Nya melaui pohon. Pohon Cinta-Nya.

Sebatang pohon yang kita lihat seolah diam tak bergerak, ketika ada tenaga yang menggoyang batang dan daunnya. Ia tak akan melawan ketika manusia menyakitinya bahkan dengan garang menebangnya. Pohon seperti makhluk yang tak patut dikasihani dan tak punya daya apapun. Tumbuhan secara umum memberikan banyak manfaat kepada semua penghuni bumi ini. Ilmu tumbuhanlah yang pertamakali diajarkan oleh-Nya kepada Nabi Adam di surga.

Secara disiplin pohon memekarkan bunga dan memunculkan buahnya, sebagai salah satu bukti cinta_NYA buat diriku, dirimu dan semua makhluk-Nya. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah serta mampu melindunginya dari kekeringan dan longsor.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak berhenti mengeluarkan oksigen yang manusia butuhkan dalam kehidupan ini. Dengan tak kenal lelah, pohon menghisap udara kotor, karbon dioksida lalu mengubahnya hingga udara menjadi bersih dan sejuk. Sungguh DIA Maha Besar ! Maka nikmat DIA yang mana lagi yang bisa kita ingkari. Darimana semua kenikmatan ini kalau bukan dari DIA.

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotorannya dibalik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparnya dengan batu, pohon membalasnya dengan bunga dan buah. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, pohon membalasnya dengan getah dan buahnya yang lebat. Itulah pohon.

Pohon mengajari cinta tak terbatas padaku, padamu dan pada semua makhluk-Nya. Cinta tumbuh dalam suka maupun duka. Ia memiliki kekuatan memberi yang tak pernah pudar. Bahkan pada saat yang menyakitkan menimpa pohon, ia sanggup memberi cinta terbaiknya.

Lewat daunnya yang lebat, pohon setiap hari memberikan kelembaban pada udara dan ikut andil dalam proses turunnya hujan. Pada saat-saat tertentu, daun-daun yang sudah tua dengan ikhlas menggugurkan dirinya dari pohon. Daun itu tak perlu bersedih, karena DIA Maha Tahu pengorbanan setiap helai daun.


"............DIA mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun yang gugur, pasti Allah mengetahuinya......"
(QS Al An'am :59)

Ketika pohon mati, cintanya ternyata tak berhenti, karena lewat angin, air, serangga dan hewan lainnya, pohon menitipkan bijinya untuk disebarkan di seluruh bumi cinta-Nya.
Biji yang ia titipkan pada angin, akan bersemi diseluruh penjuru mata angin. Biji yang ia titipkan pada air, akan menyeruak tumbuh ditempat yang tak mungkin kita bayangkan sebelumnya. Biji yang dititipkan pada serangga dan hewan, dibawa dengan setia lalu ditimpatkan pada tanah yang terbaik yang memungkinkan biji itu tumbuh. Biji-biji itu akan tumbuh meneruskan cinta pohon sebelumnya. Sungguh DIA Maha Besar!

This is the love of trees

Pohon....
Bisakah kita belajar dari cintamu yang tak pernah mati? Lalu tetap meneruskan cinta kami meskipun kelak kamipun menemui KEMATIAN. True love is never ending. Cinta sejati itu tak pernah mati.

Menanam satu pohon ibarat membangun satu istana. Menghancurkan satu pohon ibarat menghancurkan satu istana. Menanam banyak pohon berarti menyelamatkan dunia !

***
”Dua pilihan agar kita bisa memberikan cahaya; pertama menjadi lilin yang menjadi sumber cahaya atau menjadi cermin yang memantulkannya”

(n_n)

0 komentar: